Babak Perpanjangan Waktu
Bagi yang ketinggalan episode 1 dan 2, kaciaaaan deh lu… :p
Yaudah kita rewind sejenak episode sebelumnya.
Alkisah, syahdan aku dan sarah adalah temen sekelas di sma.
abis kelulusan sma, kita berdua ga pernah ketemu atau kontak2 lagi.
aku dan sarah baru kontak lagi sekitar 5-6 tahun berikutnya, atau kira2 setahun yg lalu.
ternyata kita berdua sama-sama merantau di ibu kota.
selama setahun itu nothing really happen beetwen us, cuma sms or telpon tanya kabar dan sebagainya..
sampai, sekitar bulan september lalu kudengar kabar dia akan menikah.
lalu kuhubungi dia untuk konfirmasi nikahannya..
ternyata dia cuma bilang itu becanda aja.
entah kenapa, ada rasa lega yang melanda mendengar kabar itu
sejak saat itu, aku dan dia makin sering ngobrol baik telpon2an atau smsan.
rasa suka mulai tumbuh antara aku dan dia seiring dengan makin intensnya kita berkomunikasi.
abis lebaran kemaren, kita mutusin untuk reunian di depok bareng temen2 alumni sma kita yang ada di jakarta.
selama waktu reunian itu aku makin sadar kalau aku makin suka sama sarah..
dan aku pun cukup yakin kalo dia juga suka aku.
tiba-tiba di akhir reuni, sarah memberikan sepucuk surat undangan nikahannya…
sarah akan menikah 24 nov, 2 minggu lagi meeen…
that’s it !!
episode 3
setelah acara reunian selesai, aku memutuskan langsung balik ke jkt bareng temenku si UZ.
selama perjalanan ke stasiun kereta,aku cuma bisa terdiam sambil melihat-lihat surat undangan nikahan sarah..
aku cuma bisa bertanya dalam hatiku..
why? naha? ngopo?
kenapa dia baru bilang sekarang kalau dia mau nikah?
kenapa dia baru bilang di saat aku sudah memupuk rasa suka dan cintaku untuknya….
WHY ?????????
hufff….
suasana stasiun yang sepi semakin menambah kehampaan dan penderitaanku.
jadi teringat lagu peterpan - lupa judulnya
“kau terangi jiwaku, kau redupkan lagi..
kau hancurkan hatiku..hancurkan lagi..”
kalo di film, ini saat yang tepat buat lagu masuk reff nih…
sebenarnya aku masih merasa berat hati untuk merelakannya.
namun akhirnya aku sadar satu hal…
sarah akan segera menikah dan aku bukan siapa-siapa buat dia..
who am i gitu loooh ???
akupun sudah bertekad untuk melupakannya.
suddenly,ada sms masuk..dari sarah ternyata.
nih…aku salin lagi sms nya.
“maap semuanya harus berakhir seperti ini.
actually i’m not happy with my wedding.
i’m really really sory, coz u’re my first love.
selama ini aku udah berusaha ngelupain kamu, tapi ga bisa.
my tears won’t stop falling down…
aku ga mau kehilangan km lagi..”
WHAAAT ??????
hah…..
sejenak aku terkesima bingung melihat isi smsnya..
kubaca berkali-kali untuk lebih meyakinkan…
gile jek..what the **** ???
seperti tersambar petir di musim ujan…
si UZ yang heran melihat expresi wajahku langsung terkaget-kaget begitu dia juga melihat sms dari sarah tadi…
setelah membaca sms barusan,aku yang sudah bertekad melupakan sarah, mulai merasa agak g rela harus melepaskannya begitu saja…
saking shock nya atas rentetan kejadian tadi, akupun sampai hampir terjatuh saat naik ke kereta..
fyuuuh…..
aku putuskan untuk menghubungi sarah segera setelah aku sampai di rumah.
beribu pertanyan bermunculan di kepalaku.
begitu sampai di rumah,segera kutelpon sarah..
beberapa kali kucoba telpon, tapi ga diangkat..
akhirnya kucoba sms dia.
pertanyaan pertama yg muncul adalah,
“really? benarkah i’m your first love?
since when? sejak kapan?”
setelah beberapa saat menunggu, akhirnya sarah membalas smsku.
dia cerita bahwa dia sudah memendam rasa ini sejak kami sekelas di sma…
hah?? dari sma? ko bisa sih? sarah…suka…aku…sejak… sma?
aku pun coba flash back ke masa-masa sma dulu waktu aku dan sarah sekelas di kelas 1 dan 2.
di kelas, sarah emang terkenal sebagai cewek yang terkesan angkuh, dingin dan jutek, apalagi sama laki-laki…
jarang banget dia kelihatan ngobrol atau sekedar menyapa temen laki2 sekelas kami.
sikapnya yang kadang sok sibuk sendiri dan ga peduli dengan orang lain membuat dia kurang “dikenal” bahkan di kelas kami sendiri.
dari situ muncullah panggilan “si riweuh” atau “miss jutek” buat dia.
sedangkan aku hanyalah seorang anak gendut, plontos n kebetulan sedikit lucu, pinter, baik hati dan gemar menabung
ehem…
dari smsan dengannya sampai jam 3 pagi,
akhirnya baru kuketahui ternyata ada sejak kelas 1 sarah sudah menyimpan rasa kagum, respek dan suka sama aku.
dia juga cerita sebenarnya dia sudah memberikan sign-sign kalau dia suka aku..
seperti sering merhatiin, menyapa kalo ketemu, ngajak ke kantin or belajar bareng.
jujur aja, aku ngga ngeh dengan segala sikap, gesture atau apapun sign dari dia, kalau dia suka aku.
ternyata setelah kupikir2, iya juga yaa…
sarah yang terkenal dengan kedinginan dan juteknya, ko sering nyapa aku, ngajak belajar bareng.
padahal dengan temen-temen ceweknya pun dia ga segitunya.
emang aku yang bego, knapa baru sadar sekarang setelah semuanya “hampir terlambat”…
aku masih sebut “hampir terlambat” karena dia masih single walapun undangan nikahannya sudah disebar..
dia juga crita bagaimana sebenarnya sejak kelulusan sma, dia berusaha banget ngelupain aku, tapi tetep ga bisa..
di akhir pesan, ku ajak dia untuk ketemuan.
mungkin untuk yang terakhir kalinya sebelum dia menikah.
untuk lebih saling jujur lagi bicara mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi antara kami berdua.
kita janjian ketemu di kantin kantorku 2 hari lagi.
kebetulan hari itu dia ijin ga masuk kerja, dan aku….nekat ngabur dari kantor
kita jadi ketemuan sekitar jam makan siang d kantin kantor tempatku bekerja..
sambil makan siang, kita cuma ngobrol2 biasa aja, nothing about “me and her” yet.
setelah makan siang, kita berencana jalan2 ke kampus UI depok.
kita berdua naik kereta dari cawang..
suddenly, di tengah perjalanan sarah ngajakin ke bogor.
temennya bilang di taman topi ada eskrim durian enaaak banget.
untuk menuntaskan rasa penasaran, kita berdua pun langsung chao menuju bogor.
di bogor, kita solat ashar lalu beli eskrim durian n jalan2 bentar di taman topi.
lalu kita balik naik kereta lagi menuju ke kampus UI di depok.
sesampainya di depok, hari sudah sore sekitar jam 16.30
aku dan sarah pun jalan2 keliling kampus UI..
kita akhirnya sampai di sebuah danau..
tampak beberapa orang sedang memancing di pinggiran danau.
beberapa pasangan anak muda terlihat mesra sedang duduk mengobrol.
di atas rumput pinggir danau,aku n sarah pun duduk2 sambil menikmati suasana sore yang indah ini.
huff..let’s get back to business..
saatnya bicarain masalah serius about “me and her”
kita pun mulai crita-crita masa-masa kita sekelas, masa-masa kuliah, sampai saat sekarang dia akan menikah, dan rencana masa yang akan datang..
akhirnya tersibaklah semua rahasia yang baru kusadari.
ternyata sarah menikah lebih karena desakan orangtuanya
orangtua sarah dan orangtua calon suaminya sudah mendesak mereka berdua untuk segera menikah.
apalagi sarah sebagai anak bungsu..
tentunya orangtuanya ingin segera merasa tenang karena anak bungsu mereka sudah ada yang menjaga dan merawat.
baru kuketahui juga 3 dari 4 kakaknya sarah menikah dengan kurang disetujui oleh ibunya.
ibunya yang menderita hipertensi hampir kolaps ketika kakak ke3 sarah menikah tanpa restu ibunya.
satu hal yang bikin hatiku sakit teriris, sarah mengakui
kalau dia mulai berhubungan dengan calon suaminya sekitar setahun lalu itu dengan maksud untuk melupakanku..
ya tuhaaan…GARA GARA AKU !!!!!!
:((
saat itu dia mulai sadar tiada lagi mungkin bagi kami untuk bersama, secara 6 tahun kami tidak pernah ada kontak atau pun ketemu sama sekali…
dan yang paling ga bisa aku terima adalah calon suaminya sering memperlakukan dia secara kasar.
makian dan kata-kata kasar sudah biasa dia lontarkan pada sarah. di hadapan orangtuanya sarah, dia bersikap manis dan pendiam.
tapi di belakang, sarah sendiri merasa sudah lelah dengan segala perlakuannya.
aku sebagai laki-laki, ga bisa terima gitu aja wanita yang kucintai disakiti,
apalagi secara fisik..
aku pun minta ketemu dengan calon suaminya, cuma ingin sekedar ngobrol antara laki-laki saja..
tapi sarah menolak dengan sangat…
dia tahu calon suaminya pernah baca diarynya…
dan calon suaminya pun tahu aku adalah orang yang berarti bagi hidup sarah…
it’s all written in her diary…
sarah sadar calon suaminya orang yang temperamen dan ga mau terjadi sesuatu padaku.
huh….walaupun dengan sangat terpaksa aku harus menghormati keputusannya sarah.
akupun mengurungkan niat untuk “ngobrol” dengan calon suaminya.
and the biggest question is…what next?
apakah the show must go on?
atau adakah kemungkinan dia cancel pernikahannya?
untuk pertanyaan ini aku cuma bisa menjawab, kalau pun dia membatalkan pernikahannya dan memutuskan untuk bersama denganku,
untuk saat ini aku ga punya apa-apa.
apa yang bisa kuberikan untuknya sekarang?
bagaimana dengan ibunya nanti? aku ga ingin sarah mengecewakan orangtuanya.
sudah lah, semuanya memang sudah terlambat.
jangan sampai mengecewakan kedua belahpihak keluarga.
mungkin ini jalan yang terbaik dari Allah swt. buat kita berdua.
rasa sayang dan cinta yang tak pernah sampai antara kita berdua, ternyata hanya sempat tersambung sejenak saja.
bahkan semua rasa itu harus berakhir disaat semuanya baru dimulai…
sob sob…..
hari menjelang senja..matahari kemerahan pun tampak mulai redup.
lampu-lampu di sekeliling danau mulai menyala satu persatu..
dan tanpa terasa tangan kita pun sudah berpegangan erat..
my gooooood…indahnya..
ternyata ga cuma di film atau sinetron aja bisa kaya gini.
suasana yang romantis n mendukung banget
saat-saat yang ga akan pernah aku lupakan sepanjang hidupku..
kalau di drama-drama korea, piano mulai berdenting nih..
aku ga ingin saat2 seperti ini berakhir.
aku ingin malam ini tak berujung…
sayang ini saat-saat yang mungkin dan hampir pasti tak akan pernah terulang lagi antara kita berdua…
tak terasa adzan magrib pun berkumandang…
aku dan sarah pun solat magrib di masjid sebelah danau tersebut.
setelah solat magrib, kita menuju kantin untuk melanjutkan obrolan kita.
suasana kantin yang semakin lama makin sepi membuat suasana semakin biru..
sarah tampak menyesali sekali semua yang terjadi.
mengapa setelah selama 6 tahun menyimpan rasa cintanya, dan baru saja mendapatkan apa yang dia cari selama ini.
sekarang dia harus kehilangan lagi.
kupandangi dengan lekat matanya yang berkaca-kaca.
seandainya dia ga bilang kalau aku adalah her first love…
seandainya kita ga pernah ketemu lagi…
seandainya…
seandainya…
aah…seandainya…masih adakah kesempatan bagi kita berdua?
“wanita diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, bengkok harus diluruskan.
jika terlalu keras dia patah, terlalu lembut tidak mempan.
seharusnya dengan kata-kata pun sudah bisa, tapi kalau dengan makian dan tamparan?”
kata-kata terakhir yang sarah sampaikan begitu menusuk hatiku.
aku emang manusia bodoh, ga bisa melindungi wanita yang dicintainya…
shit shit shit !!!!
dalam perjalanan kereta dari depok ke jakarta, aku hanya bisa menutup mata meratapi kebodohan dan ketololanku…
tak terasa mataku mulai berat dan air mata mulai membasahi pipi….
Post Category: love of my life
7 comments November 29th, 2006 at 10:13amindrape

